728x90 AdSpace

Baru Dicoret
Monday, 9 December 2013

Abdullah Yeğin Abi


Tulisan ini akan sedikit menceritakan sosok tokoh Abdullah Yeğin  abi ini. Beliau adalah salah satu buyuk abi (senior) diantara murid-murid Risalah Nur di Turki. Selain ke’alim-annya, latarbelakang kehidupannya di masa muda menjadi alasan mengapa beliau begitu dihormati.

Misalnya saja cerita yang sangat populer di kalangan murid-murid Risalah Nur, pada tahun 1940-1941 ketika Abdullah Yeğin Abi masih duduk di bangku kelas dua sekolah menengah pertama di kota Kastamonu Turki, ia begitu ingin mengenal Bediuzzaman Said nursi yang baru tinggal di kota Kastamonu, yang dia dengar dari orang-orang bahwa Bediuzzaman adalah ulama’ penting yang tidak pernah menerima hadiah. Keingintahuannya kepada Bediuzzaman semakin menjadi ketika ia juga mendengar bahwa tidak semua orang berhasil menemuinya.

Suatu hari, Abdullah Yeğin mulai bercerita mengenai Hoja yang terkenal ini dengan teman sebangkunya, Rifat abi. Pucuk di cinta ulam pun tiba, ternyata rumah Rifat abi berseberangan dengan rumah yang ditempati Bediuzzaman Said Nursi, apalagi Rifat bercerita bahwa ia sering mengunjungi sang hoja.

Tak lama kemudian, kedua teman ini mengunjungi sang Hoja. Keduanya diterima dengan baik. Abdullah Yeğin abi masih ingat betul keadaan sang Hoja yang sedang duduk di sebuah kursi semacam panggung tinggi sembari memegang sebuah kitab di tangannya. Beliau duduk dengan sebuah selimut menutupi bagian kakinya yang duduk bersila. Dan setelah sedikit perkenalan, Sang Bediuzzaman menjelaskan tentang Islam kepada kedua pemuda ini, tentang keindahan iman kepada Allah, kematian dan akhirat.

Singkat cerita, Abdullah Yeğin abi dan Rifat abi mendapat ujian karena seringnya mengunjungi sang Hoja. Suatu hari, di sekolahnya ketika pelajaran Geografi, sang guru bertanya kepada semua murid, “Siapa yang pernah mengunjungi seorang Hoja berhaluan kolot yang mereka sebut dengan Bediuzzaman itu?”. Dan enam murid mengacungkan tangan, termasuk Abdullah Yeğin abi tentunya, sang guru pun memarahi mereka. Keenam murid ini pun di kirim ke Dewan Kedisiplinan sekolah. Empat murid hanya mendapat peringatan sedangkan seorang murid dan Abdullah Yeğin abi mendapat skors tidak boleh masuk sekolah selama 6 hari.

Sohbet santri Risalah Nur dengan Abdullah Yeğin  Abi di Kota Trabzon, Turki
Tidak berhenti di situ saja, Abdullah Yeğin abi yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama itu pun masih mendapat ancaman. Beberapa hari kemudian rumahnya digeledah oleh polisi, ia juga diintrogasi perihal pertemuannya dengan Bediuzzaman.

Begitulah salah satu cerita yang terkenal mengenai Abdullah Yeğin abi. Perlu diketahui, pada masa transisi Turki menjadi negara Republik yang berhaluan sekuler, ada banyak cerita bagaimana kehidupan muslim yang sangat susah untuk mempelajari agamanya sendiri. Cerita mengenai Abdullah Yeğin abi ini adalah salah satu contoh dari efek sekulerisasi Turki dari peralihan Daulah Islam Usmaniyah menuju bentuk negara Republik Turki.

Kembali mengenai Abdullah Yeğin abi. Sejak mengenal dengan Bediuzzaman dan Risalah Nur-nya, Abdullah Yeğin hingga sekarang masih ber-hizmet kepada Risalah Nur. Keikhlasannyya dalam ber-hizmet ini menjadikannya sebagai salah satu murid yang di-ijazahi Risalah Nur langsung oleh Bediuzzaman Said Nursi, atau biasa disebut oleh para murid Risalah Nur sebagai ‘pewaris Rissalah Nur’. Ini menjadi luar biasa karena dari jutaan murid Bediuzzaman Said nursi, hanya 14 murid yang ditunjuk sebagai pewaris, yang salah satunya adalah Abdullah Yeğin Abi ini.

Dalam hal akademik pun Abdullah Yeğin abi merupakan penulis kamus “lughat”, yaitu kamus yang menerjemahkan kata-kata bahasa Usmaniyyah yang banyak mengandung serapan bahasa Arab ke bahasa Turki. Dengan kitabnya inilah para murid Risalah Nur menjadi mudah ketika membaca kitab-kitab Risalah Nur yang pada banyak kalimat masih menggunakan serapan bahasa Usmaniyyah.

Di usianya yang sudah 80 tahun lebih ini, Abdullah Yeğin abi tinggal di sebuah Dershane (semacam pesantren) Risalah Nur di Kota Istanbul.


Cak Gopar bersama Abdullah Yeğin abi
  • Komentar dengan ID Blogger
  • Komentar dengan Akun Facebook

0 blogger-facebook:

Post a Comment

Item Reviewed: Abdullah Yeğin Abi Rating: 5 Reviewed By: Cak Gopar