728x90 AdSpace

Baru Dicoret
Saturday, 7 December 2013

Duh Gusti, aku mencintainya

Duh Gusti Terkasih…
Tiba-tiba Engkau ingatkan hamba dengan cara yang tak kusangka, tentang cinta yang dulu ku mohonkan kepadaMu.

Duh Gusti Terkasih…
Ampunkan hamba jika cinta yang telah Kau kabulkan ini membuatMu murka karena kini yang kucinta sedang marah. Sungguh hamba mencintainya, sungguh hamba ingin menjaganya, sungguh hati hamba berdegup menyanyikan lagu rindu untuknya (Engkau yang Maha tahu, bahwa cintaku PadaMu diatas segalanya).

Duh Gusti Terkasih…
Ketukkan hatinya, utuslah salam cinta dariku, salam rindu, salam kasmaran, salam kangen, atau salam apapun yang mengisyaratkan betapa aku mencintainya.

Duh Gusti…
Ku tahu bahwa Engkau Maha Tahu, namun hatiku tak kuat untuk mengadu kepadaMu tentang penyesalan hamba karena telah membuatnya marah. Duh Allah… lembutkan hatinya untukku, serapkan cintaku dalam hatinya, Duh Gusti… buatlah hatinya memaafkanku.

Duh Gusti Allah…
Kami ada dalam genggaman cintaMu, kami ada selalu dalam pandangan cintaMu, Engkau pula yang pertemukan kami dengan benih cinta dariMu.

Duh Allah….
Sungguh tak ada yang lebih hebat yang kupandang dariMu selain CintaMu. Oleh sebab itu, kuserahkan hatiku untuk Engkau hapus semua salahku, lalu tolong isikan dengan cinta. Agar hamba menjadi pencinta, yang dicinta, dan selalu mabuk dengan rasa cinta. Duh Allah…. Istajib du’a’anaa!!!

Duh Allah…

Aku mencintainya… mencintai hambamu yang terlahir dari rahim cinta.

Aku mencintainya… mencintai hambamu yang dalam pandanganku selalu menyinarkan cinta.

Aku mencintainya… mencintai merry, utusan cinta dariMu.

I Love You Allah…. I love You Merry….

To merry: maafkan aku!!!

Di ujung senja sore
Surabaya, 20 Oktober 2009
Yang Kau buat mabuk,
Cak Gopar
  • Komentar dengan ID Blogger
  • Komentar dengan Akun Facebook

0 blogger-facebook:

Post a Comment

Item Reviewed: Duh Gusti, aku mencintainya Rating: 5 Reviewed By: Cak Gopar