728x90 AdSpace

Baru Dicoret
Saturday, 7 December 2013

Untukmu putri, bunuhlah aku



Dosakah mata yang menatap tabir keindahan ciptaan ilahi
Yang atasnya terciptalah rasa yang mewarnai hati.

Ada seorang pangeran yang menghabiskan waktu di dalam kastil, menyambut surya dan melambai malam di balik tirai daun jendela, baginya tiada keindahan yang menarik hatinya selain keindahan sang putri dengan segala yang dimilikinya. Tak mudah baginya mengungkapkan suara hati pada angin yang menghembuskan kelembutan di relung-relung jiwa sang putri. Atau badai dengan selendang gemuruh. Sang pangeran hanya mampu membingkai keindahan putri dalam hasrat dan rindu yang mengintai di sela-sela pekik ombak merampai pasir. Sang pangeran adalah pemimpi sejati yang memeluk mesra imajinasi,menghiasi birahi dalam wajah suci, lalu merengkuhnya dalam cinta kasih. Pangeran sang pemimpi sejati……

Seperti cermin, simfoni lalu terlalu buram untuk di pandang, dan kusut untuk dipintal..

Ada sepenggal kisah lalu yang tercacah, yang akhirnya senyap oleh waktu

Di malam yang ke 1001 malam adalah awal dari kisah lalu yang merajuk waktu dalam setiap lembar lalu yang tergores.

Di tengah dinginnya malam datanglah suara suci yang merasuk alam mimpi, yang menggugah untuk bangkit meraih impian yang menumpuk dalam lembaran mimpi. Esok pagi, disaat kabut masih memutih salju menyelimut bumi, disaat embun sejuk membasahi hamparan rapi. Berangkatlah pangeran meninggalkan kastil menjemput mimpi. Memacu gelora dalam setiap langkah yang menjejaki bumi, setapak pasti yang terus mengiringi.
Sang pangeran memasuki negeri bidadari, sejenak melebarkan senyum mengabarkan kepada hati “aku datang putri, aku ingin kita bermimpi” gumamnya di dalam hati.!!.sejuta harap menyelimut takut.sejenak pangeran berhenti dan berpikir sebelum akhirnya mengetuk pintu hati bidadari sang pujaan hati, tidak…tidak….. aku tidak akan melakukannya.tidak….

Sang pangeran berlari memacu kuda melesat secepat kilat, pergi menjauh dari sang putri, meninggalkan negeri bidadari sambil meneriakkan TIDAAAAAAKKK…….

# # # # # # # # # #

Sesampai di kastil sang pangeran tersungkur di mihrab, bersungkur dan bertutur dalam tangis do’a : “tidak tuhan….tidak…..
Jauhkan lukisan itu dari kanvas hatiku.
Untuk mencintainya adalah luka
Cukup… aku sudah menyakitinya tuhan
Kenapa mesti mengorek luka itu

Tidak tuhan…tidak…
Jangan engkau paksakan hatiku
Untuk melukis keindahan putri…
Lalu membingkainya di dalam hati

Tidak…..tidak….
Tuhan……biarkan gambus berdawai
Mengiring tari Rumi menggelayut rindu
Dalam anggur cinta yang memabukkan.

Aku hanya mencintai cinta yang mencintai cinta….
  • Komentar dengan ID Blogger
  • Komentar dengan Akun Facebook

0 blogger-facebook:

Post a Comment

Item Reviewed: Untukmu putri, bunuhlah aku Rating: 5 Reviewed By: Cak Gopar