728x90 AdSpace

Baru Dicoret
Tuesday, 28 January 2014

Surat Pengakuan Rindu Untuk Kekasihku

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

Kepada angin yang berhembus di pekatnya malam ini. Kepada Bulan dan gemintang yang menjadi penghias dalam selimut hitam di malam ini. Saksikanlah seorang hamba hina yang hanya mengharap ridho-Nya ini memuji akan kebesaran-Nya, yang menciptakan angin, bulan, gemintang dan semua makhluk di alam ini. Sembah sujud hatiku ku haturkan pada-Mu wahai Kekasihku.

Shalawat cinta dan salam rindu ku curahkan untuk pengajar cinta, kekasih terkasih, manusia pemilik hati tersuci, kelembutannya tiada duanya diantara makhluk-Nya, Muhammad bin Abdullah. Manusia cahaya yang dipilih-Nya untuk menebarkan keesaan cinta. Duhai Nabiyullah, saksikanlah bibir ini bersholawat kepadamu, layaklah dengan segala kelembutan yang ada padamu maka tercurah sholawat dan salam selalu kepadamu,Allahumma sholli ‘ala habiibina Muhammad wa ‘ala Aalihi wa sohbihi….

Duhai perempuan yang namanya terukir di hatiku….

Malam ini tiba-tiba aku tersentak, tersadar dari tidurku yang tak terlalu nyenyak karena banyaknya nyamuk yang bersama-sama menjadi penghuni di kamar kosku. Keadaanku seperti ini sungguh karena bayanganmu di Bambini sore tadi terlintas kembali di ingatanku, bayangan akan indahnya senyum yang menambah akan kecantikanmu. Demi Allah, senangnya hatiku ketika tadi sore melihat umi tersenyum seperti itu. Itu semua membuatku kangen mi. Maka kutulis surat pengakuan rindu ini untukmu, ingin kutunjukkan kepadamu tentang hatiku.

Sayang,

Aku dengarkan lagu a whole new world, mencoba untuk mendapatkan “arti” dari lagu yang sering kamu dengarkan dan dendangkan ini, A whole new world, Don't you dare close your eyes, A hundred thousand things to see, Hold your breath - it gets better, I'm like a shooting star, I've come so far, I can't go back to where I used to be…

Tentang cinta…, Demi Allah aku mencintaimu. Tentang rindu… Demi Allah kamu perempuan yang membuatku selalu tersiksa dengan kerinduan walaupun baru tadi kita bersua. Semoga cinta dan kerinduan ini juga ada di hatimu umi.

Duhai perempuan yang kini membuatku menangis dalam kerinduan,

Jika selama ini aku pernah menyakiti hatimu, sungguh aku tak pernah bermaksud seperti itu. Jika selama ini aku pernah membuatmu marah, kesal dan jengkel, sungguh aku tak ingin seperti itu. Maka maafkanlah aku mi,Maaf!. Tapi jika kamu pernah merasa bahagia, jika senyummu tersimpul seperti yang kulihat tadi sore di Bambini, Demi Allah… itulah yang aku inginkan selalu ada pada dirimu. Ya Allah, berikanlah selalu kebahagian kepada perempuan yang aku sayangi ini…. Aku begitu mencintainya Ya Allah. (Semoga Allah mengampuniku jika aku tak manangis memohon cinta-Nya).

Sayang,

Seperti yang kamu tahu, aku pernah merasakan perihnya sakit hati. Sungguh terasa amat sakit. Tak ada penawar yang bisa membuat reda perihnya. Sakit yang pedih itu, selalu menumbuk dengan keras setiap aku mengingatnya. Jika mataku menerawang kosong menembus waktu, maka sakitnya akan menumbuk dengan keras merobohkan sendi-sendi pijarku. Dan jika aku putar ulang—untuk sekedar—mengingat masa indahku waktu itu, maka, tumbukannya semakin keras menghajar dan meluluh lantakkan pilar-pilar cintaku padanya. Perih yang ada di dalam dadaku itu terus menumbuk, dan mungkin hanya akan berhenti jika aku benar-benar melupakan dan membencinya sampai akhir hayatku. Cinta, oh….begitu mudah untuk untuk diawali, dan terlalu pelik untuk di akhiri. (Semoga kamu tidak pernah merasakan perihnya sakit hati, Jangan pernah. Terlalu sakit mi).

Entah bagaimana Tuhan membuat sebuah cerita tentang hidup ini, aku pun tak tahu akan mengalir bagaimana alur cerita ini. Jika sejak pertama hingga saat ini kamu tetap tidak puas dan masih sering bertanya tentang alasan mengapa aku mencintaimu dan bagaimana awal aku bisa mencintaimu, maka jawabku akan tetap sama, AKU TIDAK TAHU. Aku masih ingat sekali dengan perasaan ketika pertama kali melihatmu. Hatiku yang tadinya luluhlantak tiba-tiba terbangun kembali pondasinya hanya dengan melihatmu. Maka sekarang aku bertanya kepadamu, bagaimana kamu bisa membuatku seperti itu begitu cepat, bahkan lebih cepat ketimbang kedipan mata ketika mata kita pertama kali saling menatap?. Aku kira kamu pun akan menjawab sama dengan yang aku katakan, TIDAK TAHU. Itulah hati mi, kadang kita pun tak tahu apa yang dikehendaki oleh masing-masing hati kita. Sering aku katakan kepadamu, bahwa cinta itu letaknya di hati, dan hati ada di genggaman-Nya, Dia lah yang membolak-balikkan hati. Maka, Dia lah yang lebih tahu alasan mengapa aku mencintaimu. Tahukah umi, jangan kan kamu, sampai sekarangpun aku masih sering berbisik bertanya kepada-Nya, “Kami bertemu, tidak hanya kebetulan kan ?”.(Semoga Allah Sang Penggenggam hati selalu menjaga hati kita untuk menjadikan-Nya yang selalu kita utamakan diantara cinta kita).

Sayang,

Aku teringat oleh potongan syair dari sastrawan besar yang lahir tepat 103 tahun sebelum kelahiranku, Kahlil Gibran. Katanya,

Cinta tak usah kau cari, namun jika ia datang maka sambutlah.

Aku harap, dengan ketidak-puasanmu yang selalu bertanya alasan bagaimana awal aku mencintaimu, akan sedikit terobati oleh makna yang terselip dari potongan syair ini. Jika kamu bilang bahwa sebelumnya tak pernah merasakan cinta, lalu tiba-tiba aku datang dan mengatakan cinta seperti ini kepadamu, mau kah kamu menyambut cinta dariku ini? aku harap hatimu mengangguk dan menyambut cintaku.

Sayang,

Kamu adalah anugerah terindah dari-Nya yang dikirim untukku. Adzan subuh akan berkumandang tak lama lagi, aku ingin akhir suratku ini aku tutup dengan shalat malam bersujud kepada-Nya, bersyukur karena memberikan cinta diantara kita. Jadi, tidak panjang waktu lagi untuk memperpanjang tulisan ini.

Jika saat kamu membaca surat ini kamu rindu kepadaku, seperti yang aku rasakan saat ini, semoga tulisan singkat ini menjadi pengganti akan kehadiranku di sisimu kini. Aku mencintaimu umi, aku yakin dengan ini. Jangan mengira bahwa keyakinanku ini akan luntur. Biarkan aku dan Tuhan yang tahu keyakinan yang aku pegang ini. Jika umurku pendek, dan aku masih belum berhasil menunjukkan akan kebenaran apa yang aku yakini ini kepadamu, tapi ketahuilah, walaupun jasadku terkubur, biarlah saya terkubur dengan memegang teguh keyakinan untuk tetap mencintaimu.

Air mataku yang menetes karena merindukanmu ini, semoga tidak terbuang dengan percuma.

Sekali lagi dan untuk selamanya, Aku mencintaimu Murizky Gayo.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Salam kangen tak tertahankan
Pagi mengancam malam
Ahad, 16 Agustus 2009
03.25 WIB

Abdul Ghaffar Chodri
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

2 blogger-facebook:

Item Reviewed: Surat Pengakuan Rindu Untuk Kekasihku Rating: 5 Reviewed By: Cak Gopar