728x90 AdSpace

Baru Dicoret
Friday, 5 September 2014

Seribu Rupiah Untuk Tiket Surga

Siang tadi Masjid Margi Dhowo terjadi sedikit kekhawatiran, pasalnya Kiyai Duladi yang dijadwalkan menjadi khotib dan Imam sholat jumat tak juga kelihatan batang hidungnya.

Padahal suara-suara sahutan khutbah dari masjid-masjid lain yang bercorong keras itu sudah terdengar dimulai.

Jamaah sudah memenuhi masjid, bahkan teras masjid yang masih belum di-semen itu pun tumpah ruah oleh jamaah sholat jumat. Dalam kekhawatiran yang sangat itu, Cak Sudrun pengurus masjid melihat tajam sosok Cak Gopar yang duduk bersila di shof kedua dengan santainya. Perlahan Cak Sudrun nunduk-nunduk mendekati Cak gopar.

“Cak Gopar” Ujarnya pelan serius membuka obrolan. “Sampean harus jadi khotib saat ini. Harus!”

Cak Gopar belum sempat mengiyakan, namun Cak Sudrun sudah terburu-buru kembali ke posisi duduknya tadi.
***

“Assalamualaikum Warahmatullahi wa barakaaaatuh” salam Cak gopar memulai khutbah jumatnya.

Setelah membaca rukun-rukun khutbah, Cak Gopar nampak sedikit kebingungan memulai khutbah karena ia maju di depan ratusan jamaah tanpa persiapan terlebih dahulu dengan tema yang akan diangkatnya. Namun selintas dia melihat kotak amal yang di-jalankan para jamaah berurutan untuk diisi rupiah. Tepat ketika kotak itu berhenti di depan Cak Sudrun, Cak Gopar sepintas melihat pengurus masjid itu hanya masukin seribu rupiah saja. Hati Cak Gopar nggak terima.

“Allah itu kurang baik bagaimana ma’asyirol muslimin rohimakumullah…” Cak gopar memulai khutbahnya. Nampak ilham baru saja menjamahnya ketika melihat Cak Sudrun nyelengi seribu rupiah dalam kotak amal masjid tadi.

“Allah Swt. Berfirman dalam surat at-taubah ayat 111. Bahwasanya Dia membeli jiwa dan harta orang-orang mu’min dengan surga. Maksudnya jamaah sekalian…. Jika anda pergi berjihad di jalan Allah, maka Allah membeli jiwa anda dan digantinya dengan surga. Demikian juga dengan harta yang kita infak-kan di jalan Allah…. Allah menggantinya dengan surga”.

Dan seperti sholat jumat pada umumnya, banyak jamaah yang asyik dengan lamunannya ketika khotib sedang berkhutbah.

“Ma’asyriol muslimin jamaah sekalian yang di rohmati Allah….. Apakah anda tahu berapa biaya menginap satu malam di hotel bintang lima?” Tanya Cak Gopar dalam khutbahnya. Tentu saja pertanyaan ini hanya dijawab dengan keheningan. Namun dengan pertanyaan ini Nampak para jamaah lebih memperhatikan khutbah Cak Gopar.

“Biaya menginap di hotel bintang lima yang paling murah itu semalam sebesar dua juta rupiah saudara-saudara…. Dua juta rupiah!!!.” Tegas Cak Gopar dengan suara berisi sedikit tekanan.

“Dan tentu saja dengan uang sebesar itu untuk satu malam, orang yang menginap di hotel bintang lima akan mendapatkan fasilitas yang luar biasa”

Nampak para jamaah mulai antusias mendengarkan khutbah Cak Gopar.

“Lantas bagaimana dengan Surga Allah?! Bagaimana perhitungan kita, kita mengharap surga Allah yang fasilitasnya berjuta-juta kali lipat lebih nikmat dari hotel bintang lima…. Tapi kok infak untuk masjid cuma masukin seribu rupiah doang?!”

Para jamaah banyak yang tertunduk malu Cak Gopar berkhutbah dengan bobot sekeras itu.

“Ingat jamaah sekalian….. kenikmatan surga itu bukan main luar biasa. Di sana ada sungai yang berisi air susu dan madu super nikmat. Penghuninya pun ditemani bidadari-bidadari yang kecantikannya tidak pernah dibayangkan oleh seorangpun penghuni surga. Berfikirlah saudara-saudara…… anda semua ingin masuk surga, tapi kok ya kebangetan mau berjual-beli dengan Allah untuk mendapatkan surga tapi Cuma bayar seribu rupiah?. Anda ingin ditemani bidadari-bidadari cantik nanti di surge, tapi kok Cuma pake mahar seribu rupiah?.”

Jamaah jumat makin menunduk malu, terlebih Cak Sudrun.

“oke. Silahkan anda masuk surga dengan seribu rupiah…. Tapi jangan kaget nanti di surga anda Cuma bisa melihat bidadari-bidadari surga itu… ingat ya, Cuma melihat tok!.”

“Sekian khutbah singkat dari saya, semoga yang sedikit ini bermanfaat untuk kita semua. Amin”.
***

Hari beranjak sore, ketika adzan Ashar berkumandang Cak Gopar beranjak menuju ke masjid Margi Dhowo. Dan baru kali itu di papan pengumuman masjid tersebut tertulis nominal saldo yang luar biasa besarnya untuk masjid sekecil itu.

SALDO JUMAT, 5 Februari 2014 Masjid Margi Dhowo Rp. 8.528.000.

Cak Gopar terkekeh renyah dalam hati.

  • Komentar dengan ID Blogger
  • Komentar dengan Akun Facebook

0 blogger-facebook:

Post a Comment

Item Reviewed: Seribu Rupiah Untuk Tiket Surga Rating: 5 Reviewed By: Cak Gopar