728x90 AdSpace

Baru Dicoret
Saturday, 17 January 2015

Kanjeng Nabi dan Batu Cincin

Di Indonesia sekarang pada banyak yang mabok dengan batu cincin. Nyaris setiap ketemu teman, jarinya mengenakan cincin. Cak Gopar sendiri memakai batu cincin jenis akik sejak kelas 3 SMP, dan sampai sekarang masih terpelihara dengan baik. Sekarang, batu cincin koleksi Cak Gopar jangan tanya….banyak banget *sombong* :p

Oke kita mulai, berikut penelusuran Cak Gopar buka-buka kitab hadits dan syarahnya tentang batu cincin.

Berbicara mengenai batu cincin yang digunakan oleh Rasulullah Saw. maka tidak lepas dari sejarah sebab beliau mengenakan cincin pertama kali. Sehingga nantinya tidak hanya fokus ke batu yang digunakan Nabi, tapi juga hukum syar’i penggunaan cincin tersbut bagi umatnya.

Sekilas Sejarah Sebab Nabi Memakai Cincin

Berawal dari keinginan Rasulullah Saw. untuk mengenalkan agama Islam seluas-luasnya, maka ketika Makkah, Madinah dan sekitarnya sudah dikuasai oleh kaum muslimin, Rasulullah pun menuliskan surat dakwahnya tentang agama Islam kepada raja-raja di Negara lain; kisra Persia, kaisar Romawi dan Raja Najasy. Namun ketika hendak menulis surat tersebut, seorang sahabat berujar kepada Nabi bahwasanya para raja di negeri ajam (non-Arab) tidak mau menerima surat jika tidak ada stempel resmi. Kemudian Rasulullah pun membuat sebuah cincin yang mana di mata cincin tersebut terukir tiga kata  محمد رسول الله  (Muhammad utusan Allah) yang disusun menjadi tiga baris, dan cincin ini lah yang dijadikan stempel resmi untuk setiap surat yang dikirimkan kepada raja-raja ajam agar mereka mengetahu bahwa surat-surat itu adalah dari Muhammad, Sang utusan Allah..

Mengenai ukiran yang ada pada cincin Rasulullah Saw berupa kalimat Muahammad Utusan Allah¸para ulama sepakat bahwa ukiran tersebut tidak boleh ditiru pada ukiran cincin lain. Ini berdasarakan hadis :
"Sesungguhnya aku telah menempa cincin dari perak dan aku mengukirnya dengan tulisan Muhammad Rasulullah. Maka janganlah seorang pun mengukir cincinnya dengan tulisan tersebut."[1]


Surat Kanjeng Nabi Muhammad Saw. untuk Kaisar Romawi. Nampah dibagian bawahnya stempel yang dicap dari cincin belias

Jenis-jenis cincin yang pernah dikenakan Rasulullah Saw.

Ada empat buah bahan cincin yang pernah digunakan Rasulullah.

[button]PERTAMA[/button] , Rasulullah Saw. mengenakan cincin dengan batu jenis akik dari negeri Habbasiyah (kini Ethiopia). Sahabat Anas bin Malik Ra. Bercerita :

كَانَ خَاتَمُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ وَرِقٍ وَكَانَ فَصُّهُ حَبَشِيًّا -رواه مسلم 
“Bahwa cincin Rasulullah saw itu terbuta dari perak dan mata cincinya itu mata cincin Habasyi”. (HR. Muslim, nomer hadis 2094)

Lantas batu jenis apakah yang disebut Batu Habbasyi dalam hadis di atas?. Imam Nawawi dalam syarahnya al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan pendapat ulama tentang batu Habbasyi ini :


قَالَ الْعُلَمَاءُ يَعْنِى حَجَرًا حَبَشِيًّا أَىْ فَصًّا مِنْ جَزْعٍ أَوْ عَقِيقٍ فَإِنَّ مَعْدِنَهُمَا بِالْحَبَشَةِ وَالْيَمَنِ وِقِيلَ لَوْنُهُ حَبَشِىٌّ أَىْ أَسْوَدُ

Para ulama berkata maksudnya adalah batu Habasyi yaitu batu mata cincin dari jenis batu [button size="small" color="red"]MERJAN [/button] atau [button size="small" color="red"]AKIK[/button] . Karena keduanya dihasilkan dari penambangan batu yang ada Habsyi dan Yaman. Dan dikatakan (dalam pendapat lain) warnanya itu seperti kulit orang Habasyi yaitu [button size="small" color="red"]HITAM[/button] .

Namun ada pendapat lain yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan mata cincin (batu) Habsyi dalam hadis di atas bukanlah batu marjan atau akik dengan warna hitam, tetapi batu jenis [button size="small" color="red"]ZAMRUD HIJAU[/button] . Pendapat ini tertara dalam kitab Faidhul Qadir yang mengutip kitab al-Mufradat :

وَفِي الْمُفْرَدَاتِ نَوْعٌ مِنْ زَبَرْجَدَ بِبِلَادِ الْحَبْشِ لَوْنُهُ إِلَى الْخَضْرَةِ يُنَقِّي الْعَيْنَ وَيَجْلُو الْبَصَرَ
“Dan di dalam kitab al-Mufradat, (batu cincin yang berasal dari Habasyi) adalah salah satu jenis zamrud yang terdapat di Habasyi, warnanya hijau, bisa menjernihkan mata dan menerangkan pandangan”

[button]KEDUA[/button] , menurut hadis riwayat ibn Umar, Rasulullah juga pernah menggunakan cincin dengan bahan emas yang digunakan di tangan kanannya. Bahkan ini dempat diikuti oleh para sahabatnya. Namun akhirnya beliau melepasnya dan mengharamkannya untuk digunakan oleh laki-laki. Hal ini sebagaimana yang diceritakan oleh sahabat Abdullah bin Umar Ra. :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَلْبَسُ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فَنَبَذَهُ فَقَالَ  لاَ أَلْبَسُهُ أَبَدًا فَنَبَذَ النَّاسُ خَوَاتِيمَهُمْ

Rasulullah Saw. mengenakan sebuah cincin yang terbuat dari emas, kemudian beliau membuangnya. Lalu beliau bersabda : Saya tidak akan mengenakannya (cincin emas) untuk selamanaya). Kemudian para sahabat melepas cincin-cincin mereka. (HR. Bukhari)

Mengenai pelarangan menggunakan emas untuk perhiasan bagi laki-laki ini dapat diketahui dalam banyak hadis.

[button]KETIGA[/button] , beliau pernah menggunakan cincin BESI ringan yang diatasnya terdapat perak. Hal ini sebagaimana dalam hadis :[2]

كَانَ خَاتَمُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حَدِيدٍ مَلْوِيٍّ عَلَيْهِ فِضَّةٌ

Cincin Rasulullah Saw. (terbuat) dari besi ringan yang diatasnya terdapat perak

Namun dalam prakteknya, ternyata para ulama berbeda pendapat tentang hukum mengenakan cincin besi, ada yang mengharamkan dan memakruhkannya (NAH LO!!! :p ) . Ini berdasarkan hadis bahwasanya Nabi Saw. pernah melihat sebagian sahabat memakai cincin besi, lalu beliau berpaling dari mereka. Maka para sahabat membuang cincin itu dan menggantikannya dengan cincin dari besi. Lantas Rasulullah Saw. bersabda, "Cincin itu lebih jelek dan merupakan perhiasan penghuni neraka."[3]

Dalam hadits Abdullah bin 'Amr bin al-'Aash bahwasanya :

رَأَى عَلَى بَعْضِ أَصْحَابِهِ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَأَلْقَاهُ وَاتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ فَقَالَ هَذَا شَرٌّ هَذَا حِلْيَةُ أَهْلِ النَّارِ فَأَلْقَاهُ فَاتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ وَرِقٍ فَسَكَتَ عَنْهُ

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihat salah seorang sahabat memakai cincin dari emas, maka Nabipun berpaling darinya, lalu sahabat tersebut pun membuang cincin tersebut, lalu memakai cincin dari besi. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, "Ini lebih buruk, ini adalah perhiasan penduduk neraka". Maka sahabat tersebut pun membuang cincin besi dan memakai cincin perak. Dan Nabi mendiamkannya"

Sedangkan ulama yang membolehkan pemakaian cincin dari besi berdasarkan hadis yang menceritakan tentang seorang laki-laki yang ingin meminang perempuan namun tidak memiliki mahar, kemudian Rasulullah Saw. bersabda kepadanya, “Pergi dan carilah walau hanya berupa cincin besi”.[4]

Dan [button]KEEMPAT[/button] , adalah yang paling bayak diketahui bahwa Rasulullah Saw menggunakan cincin yang terbuat dari perak.
Sambil momong anak, Cak Gopar tetap ganteng dengan dua cincinnya di tangan kanan dan kiri :p
Di tangan dan di jari manakah Rasulullah mengenakan cincin?

Ada perbedaan diantara Ulama mengenai di tangan dan di jari apakah Rasulullah menggunakan cincinnya. Karena masing-masing pendapat mempunyai sandaran hadis sebagai dalilnya. Mengenai ini, misalnya Imam Baidhowi menjelaskan, pada awalnya Rasulullah mengenakannya di tangan kanan, lalu menggunakannya di tangan kiri. Imam Baihaqi lebih detail menjelaskan, bahwa Rasulullah menggunakannya di tangan kanan ketika beliau masih menggunakan cincin emas, namun ketika beliau sudah melarangnya dan menggantinya dengan cincin perak maka beliau memindahnya di tangan kiri.[5] Sedangkan Syekh al Bajuri berpendapat mengenai kualitas hadis ini, menurutnya memang hadis yang menyatakan bahwa cincin Nabi Saw. digunakan di tangan kiri adalah hadis shahih, namun menggunakannya di tangan kanan lebih disarankan karena kualitas hadisnya lebih shahih.[6] Yakni menggunakannya di jari [button]KELINGKING[/button] .[7]

Waalahu a'lamu bis showaab. 


[1] Shahih al-Bukhari hadis ke 5877

[2] Al-Mu’jam al-Kabir li at-Thabrani, hadis ke 17218, Sunan al-Nasa’I hadis ke 5219, Sunan Abu daud hadis ke 4226

[3] Lihat : Umdat al-Qari Syarh Shahih Bukhari j.14, h.402 bandingkan dengan j.22, h.33. Lihat juga : Imam Bukhari, Adab al-Mufrad, juz,4. H.33, hadis ke 1061

[4] Shahih al-Bukhari hadis ke 5871

[5] Tuhfat al-Ahfadzi, juz, 5. H. 344

[6] Wasail al-Wushul ila Syamail al-Rasul, h.124

[7] Shahih al-Bukhari hadis ke 5874, Sunan Abu Daud hadis ke 4231


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

2 blogger-facebook:

Item Reviewed: Kanjeng Nabi dan Batu Cincin Rating: 5 Reviewed By: Cak Gopar