728x90 AdSpace

Baru Dicoret
Friday, 6 February 2015

Dialog Singkat dengan Genderuwo

Waktu saya masih nyantri, ada satu kamar kosong yang tidak ada satu pun santri yang mau tinggal di kamar itu. Pasalnya, kata teman-teman sering terjadi penampakan gendruwo dan jin perempuan berbaju merah. Saya sendiri tidak pernah melihatnya.

Maka pada saat libur sekolah di tahun 2004, saya bersihkan kamar kosong itu untuk saya tinggali sendiri. Kamar ini saya tinggali sendiri sampai saya lulus dari pesantren nantinya. Anehnya, kamarku ini masih dipandang mistis oleh teman-teman, pasalnya siapa saja yang tidur di kamar ini selalu saja diresekin sama jin penunggu. Banyak kisah soal ini…. Mas Sabar, santri dari Riau tiba-tiba teriak sewaktu tidur, ketika saya bangunkan katanya jin perempuan itu menarik kakinya dan dibawa lari ke puncak gunung (Saya masih tertawa geli kalau ingat kejadian ini). Begitu juga Mas Dani santri dari Sidoarjo, baru saja masuk dia takut keluar karena dilihatnya sesosok genderuwo nongkrong depan pintu kamar. Dari sekian banyak gangguan, untung saya ga pernah merasakan sendiri.

Hingga suatu saat, di pesantren ada satu acara yang mana semua santri menghadirinya, entah mengapa saya lupa, saya tidak ikut hadir acara tersebut. Maka sendirilah saya di kamar. Ketika saya duduk membelakangi jendela kamar, tiba-tiba ada suara perempuan memanggil nama saya “Ghoffar…”, saya tersentak, tak mungkin ada perempuan yang masuk ke pesantren putra, apalagi malam-malam seperti ini. Mungkin karena tak saya hiraukan, suara tadi lebih keras memanggil lagi dua kali “Ghoffar…. Ghoffar..”. Saya mencoba untuk diam, untuk meyakinkan apa yang saya dengar bukan halunasi saya sendiri, tiba-tiba suara perempuan tertawa khas suara kuntilanak di acara Dua Dunia terdengar cekikikan. Saya berteriak sok berani, “Siapa itu?”, tak ada jawaban. Saya buka jendela, kepala ke kanan ke kiri mencari sesuatu yang mungkin bisa saya jadikan alasan was-was saya. Nihil! Tak ada sesuatu. Semuanya sunyi. Ketika saya hendak menutup jendela, tiba-tiba sekelebat perempuan berbaju merah melintas cepat di dapan mata.

“Jiiaammmpuuttt”. Saya misuh terkaget-kaget.

“Oh… mungkin ini jin perempuan baju merah yang suka menampakkan diri ke teman-teman” ujar saya dalam hati.

Takut terjadi apa-apa, saya bergegas ambil air wudhu… baca al-Qur’an. Selepas itu saya teruskan berdzikir.

Dalam tenangnya berdzikir, sekonyong-konyong seekor genderuwo menampakkan diri, dia duduk bersila di depan saya sembari tangan kanannya bertolak pinggang. Matanya merah kecil menatap saya tajam ke bawah karena wujudnya yang tinggi besar dan sekujur tubuhnya dipenuhi dengan bulu-bulu panjang.

Dzikir saya semakin lirih, ni genderuwo edan kali ya….. kok ga ada takut-takutnya ma orang baca dzikir.

“Di sini saya yang berkuasa!” Ujar tegas si genderuwo. Entah kenapa dia berkata demikian.

Saya pun balik bertanya ke mas Genderuwo, “Sampean itu apa-nya Gusti Allah? kok berani ngomong yang berkuasa disini?”.
Tiba-tiba dang genderuwo hilang dan pergi.

1-0 Cak Gopar vs Mas Genderuwo.

  • Komentar dengan ID Blogger
  • Komentar dengan Akun Facebook

0 blogger-facebook:

Post a Comment

Item Reviewed: Dialog Singkat dengan Genderuwo Rating: 5 Reviewed By: Cak Gopar