728x90 AdSpace

Baru Dicoret
Thursday, 19 March 2015

Ziarah ke Pusara Syekh Abu Ishak al-Kazaruni

Cak Gopar di Makam Abu Ishak Kazeruni di Konya
Ibrahim bin Syehriyar atau yang biasa dikenal dengan panggilan Abu Ishak al-Kazaruni (lahir 352 H/963 M – wafat 426 H/1035 M) lahir tepat di bulan Ramadhan di Kazerun, Iran.

Beliau lahir di keluarga Majusi, namun akhirnya ayahnya mendapat hidayat untuk memeluk agama Islam.

Ayahnya menginginkan Abu Ishak al-Kazaruni untuk mempelajari al-Qur'an, namun kakeknya yang masih beragama Majusi itu menginginkan agar cucunya mempelajari kesenian, Namun Al-Kazeruni lebih ingin mempelajari al-Quran, sehingga kakeknya tersebut merelakannya.

Setelah mempelajari dasar-dasar agama, ia pun mempelajari hadis dari banyak ulama hadis, baik itu ulama-ulama dari Syiraz, Basra, Mekkah dan Madinah. Ia juga seringkali menghadiri pengajian para auliya di masanya.

Al-Kazaruni adalah seorang yang sangat murah hati dan senang melayani orang lain. Banyak tamu-tamu yang mendatangi rumahnya. Melihat keadaan tersebut, ayahnya pun menasehatinya.
“Kamu ini adalah orang miskin. Kamu tentu saja tak memiliki kemampuan untuk melayani tamu-tamu yang datang tersebut. Ini semua akan membuatmu bangkrut”. Mendengar nasehat ayahnya, al-Kazaruni hanya diam tak menjawab.
Saat itu adalah bulan ramadhan, rombongan tamu mendatangi rumahnya. Seorang tamu memasuki rumahnya dan memberikan tas besar berisi roti, pisang dan buah ara sembari berpesan berikanlah ini semua kepada para darwish dan tamu-tamu lainnya.
Sejak saat itu ayahnya pun kembali berpesan kepada al-Kazaruni, “Allah tidak akan membiarkanmu dalam kesulitan. Tetaplah berkhidmah kepada banyak orang”.

Di masa hidupnya, ia berkhidmah untuk menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah ke berbagai daerah, tercatat Iran, China, India dan Anadolu adalah wilayah-wilayah yang pernah beliau singgahi.

Tarekat al-Kazaruniyyah adalah tarekat yang dinisbatkan kepada beliau. Sepeninggalnya, tarekat ini masih berlanjut dan memiliki wakil dan khalifah. Murid-muridnya tersebar di India, iran dan Anadolu.
Suatu waktu, al-Kazaruni berpesan kepada murid-muridnya :

“Wahai saudara-saudaraku. Ada empat nasehat yang ingin kusampaikan kepada kalian, dan kabarkanlah ini kepada yang lainnya agar ditaati. Pelajarilah al-Qur’an dengan baik, bacalah selalu dan ketahuilah apa saja yang diperintahkan dan apa saja yang dilarang. Jika ada tamu yang mendatangi rumahmu, segeralah untuk melayaninya, dan segera hadirkan apa saja yang ada. Bersaudaralah kalian satu sama lainnya. Saling berkasih sayanglah kalian satu dengan lainnya”.

Namun dari beberapa Ensiklopedi Yang Cak Gopar baca, kesemuanya menyatakan bahwa makam Abu Ishak al-Kazaruni ada di desa tempat kelahirannya, Kazerun, Iran. Cak Gopar tidak menemukan literatur yang menyatakan makam beliau ada di Konya. Tetapi di Erzurum dan Konya terdapat makam yang dinisbatkan dengan beliau.
Cak Gopar di depan Makam Abu Ishak Kazeruni yang ada di kota Erzurum.
Namun dari literatur yang ada menyatakan, bahwa Abu Ishak al-Kazaruni mempunyai banyak zawiyah sufiyah di beberapa tempat dan terus berkembang selepas beliau meninggal. Di Turki sendiri, Kota Erzurum dan Konya memiliki Zawiyah Sufiyah Tarekat Kazaruniyyah. Wallahu a'lam.
Cak Gopar di depan Zawiyah Kazaruniyyah di Konya yang saat ini menjadi perpustakaan

  • Komentar dengan ID Blogger
  • Komentar dengan Akun Facebook

0 blogger-facebook:

Post a Comment

Item Reviewed: Ziarah ke Pusara Syekh Abu Ishak al-Kazaruni Rating: 5 Reviewed By: Cak Gopar