728x90 AdSpace

Baru Dicoret
Saturday, 31 December 2016

Tentang Misteri "Waktu" dan Tetek Bengeknya


Gini cung….

Dalam al-Qur’an, Gusti Allah itu berkali-kali bersumpah atas nama waktu, dalam ilmu al-Qur’an, sumpah-sumpah Allah ini biasa disebut dengan “Qasam”.

Lihat saja, Gusti Allah bersumpah dengan berfirman ; “Wadh Dhuha” (Demi waktu Dhuha), “Wal Fajri” (Demi waktu fajar), “Wal Laili idza yaghsya, wan nahaari idza tajalla” (Demi waktu malam apabila menutup, demi waktu siang apabila terang benderang), “Wal Ashri” (Demi Masa) dan masih banyak lagi sumpah-sumpah yang dikalamkan oleh Sang Empunya Waktu.

Saya memahaminya sederhana saja cung, salah satu hikmah yang bisa kita ambil apabila membaca “qosam-qosam”nya Gusti Allah itu adalah bahwa isim yang digunakan untuk bersumpah itu pasti sesuatu yang sangat amat very penting sekali.

Contohnya gini cung, kamu pernah gak denger orang bersumpah atas nama sepatu? misalnya dia bilang “Sumpah, demi sepatu…. Saya ini gak pernah mencuri”. Tentu gak pernah kan cung,,,, ya Karena sepatu itu sama sekali gak penting. Orang zaman dulu, banyak yang bersumpah atas nama bapak atau ibunya dengan mengatakan “Sumpah, demi ayah ibuku bahwa saya bla bla bla”. Karena ayah-ibu adalah sangat penting kedudukannya,

Begitu juga dengan Gusti Allah, kalau Dia sudah bersumpah atas nama isim-isim waktu tersebut, berarti waktu adalah sesuatu yang sangat amat penting sekali jiddan!. Faham ya cung?.

Sebenarnya waktu itu apa sih cak?

Gini Cung….

Bagi saya, waktu itu urusan ghaib…. Ghaibnya bukan seperti kuntilanak dan genderuwo, bukan gitu. Maksud saya, sama seperti yang kita pelajari dalam pelajaran fisika, bahwa waktu itu relatif.
Buat manusia seperti kita, “waktu” itu diukur dari hubungan antara bumi dan matahari. Gampangnya gini cung, bumi ini kan berputar berotasi pada dirinya sendiri, nah setiap kali berotasi dalam satu putaran itu butuh waktu selama 24 jam hitungan kita. Sedang kalau bumi mengelilingi matahari, setiap satu putaran itu butuh waktu 365 hari alias satu tahun. Jadi cung kalau sekarang misalnya umurmu 17 tahun, berarti kamu sudah mengelilingi matahari selama 17 kali.

Ini tentu beda dengan hitungan waktu di planet lain, merkurius misalnya, dulu waktu saya nge-kos di merkurius, sekali mengelilingi matahari planet ini butuh waktu 88 hari, Karena posisi dia lebih dekat dengan matahari daripada bumi. Faham ya cung?.... ya kalau gak faham pura-pura faham saja cung daripada kelihatan bodohmu hehehe…

Intinya sekali lagi, “waktu” itu relatif… semua yang ada dalam tatasurya, hitungan waktunya pakai matahari, Lah kalau di luar tata surya bijimana?, ya embuh cung,,,, sebenarnya saya faham cung, Cuma males jelaskan hehe….

Nah kalau ada “waktu” yang relatif, berarti ada “waktu” yang mutlak donk?.

Bener cung, bagi kita, waktu yang mutlak itu hanya ada di sisi Gusti Allah…. Hanya Allah yang tahu. Lha wong Dia yang menciptkan waktu…. Wallahu ‘indahu ilmus saa’ah, Gusti Allah-lah yang mengetahui seluk beluk soal “saat”….. walaupun para mufassir memaknai makna “saat” pada ayat ini adalah “kiamat”. Toh “kiamat” itu kan juga akan datang “waktunya”.
Sekali lagi, mutlaknya waktu Cuma Gusti Allah yang Tahu. Makanya ada keterangan dalam hadis, satu hari bagi Allah itu sama dengan seribu tahun bagi kamu cung. Panjang kalau saya jelaskan ini, pokoknya waktu yang mutlak itu Cuma Gusti Allah yang tahu ya cung….

Lha terus cak, “waktu” itu jenis apa sih cak?

Gini cung….

Setelah Mendaki gunung lewati lembah bersama Ninja Hatori, saya memahami bahwa “waktu” itu makhluknya Gusti Allah. Dia menciptakan “waktu” tepat bersamaan dengan terciptanya “jarak/ruang” diantara beberapa “materi”.

Wuidih…. Opo iku cak…. Aku ra mudeng!

Gini cung…. 

Saya buat ilustrasi yang bisa dijangkau otakmu. Wkwkwkwk…..

Fahami baik-baik cung ilustrasi ini…. Keseleo sedikit otakmu, bisa tersesat kamu cung.

Duluuuuuuu kala, sebelum Gusti Allah menciptakan sesuatu, dan hanya Dia yang wujud (Ada). Dan berdasarkan irodah (Kehendak)-Nya, Dia pun mencipta cuma SATU materi pertama…. Ini cikal bakal alam semesta cung…. dan sesuai iradat-Nya pula, SATU materi ini pecah, meledak…. Inilah yang kemudian dikenal dengan Big Bang, salah satu teori penciptaan alam semesta….. ayat Qur’annya: kaanataa rotqon fafataqnaahumaa….. 


Saya tahu kamu gak faham cung…. saya reduksi ilustrasinya lagi supaya kamu nyantol…

Ambil satu balon yang belum kamu tiup. Kemudian kamu kasih titik-titik  pada balon itu pake spidol. Bayangkan, bahwa balon yang belum ditiup ini adalah satu-satunya materi. Kemudian kamu tiup, maka tutul-tutul titik di balon tadi akan saling menjauh.

Ledakan materi awal yang meledak duluuuu kala, itu persis seperti melembungnya balon yang kamu tiup. Serpihan-serpihan dari materi awal yang kemudian menjadi banyak materi, itu persis seperti tutul-tutul titik pada balon, semuanya menjauh dan berproses menjadi macem-macem. Moga dari ilustrasi ini kamu faham ya cung…..

Nah, ledakan materi awal, masih berproses sampai di detik saya menulis tentang ini cung. Dari ledakan-ledakan itu, tercipta planet-planet, bintang-gemintang dan lain sebagainya, termasuk bumi yang kamu injak-injak ini. Moga saja kamu faham cung….

Kembali ke pertanyaanmu tadi, jadi ketika materi awal tadi meledak menjadi beberapa materi yang terus berproses….. saat itulah tercipta yang namanya “jarak” atau “ruang”. Gak mudeng? Gini…. Bayangkan “materi” awal tadi namanya A, dia pecah jadi B, ada C dan ada D. nah jarak antar materi A, B, C, D dan seterusnya ini disebut “ruang”. Faham ya cung…. semoga saja!

Lanjut cung….. nah, ketika “ruang” ini tercipta, saat itu jugalah “waktu” tercipta.

Wes cung…. kamu kok kayaknya gak faham….

Terakhir begini cung, 
di pagi hari nanti kamu keluar rumah…. Berdiri dan lihatlah kea rah matahari. Nah, antara posisimu berdiri dan matahari yang kamu lihat itu disebut dengan “ruang”.
Di tengah kamu sedang berdiri menatap matahari, sadarilah bahwa matahari yang kami lihat itu bukanlah matahari tepat yang seperti kamu lihat. Hakekatnya ia adalah matahari delapan menit yang lalu…. 

Lha kok bisa cak?. 

Iya, Karena jarakmu dan matahari itu jauh banget, sehingga cahaya matahari agar sampai di penglihatan matamu itu membutuhkan waktu sekitar delapan meniti. Jadi, mata itu sering menipu jika soal waktu.


Wallahu a'lam.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

2 blogger-facebook:

  1. Replies
    1. Coba kamu tonton film "INTERSTELLER" sao.... bagus banget.

      habis nonton film ini, terus baca puisiku "tarian Mabuk Allah" yang dulu itu lho...

      Delete

Item Reviewed: Tentang Misteri "Waktu" dan Tetek Bengeknya Rating: 5 Reviewed By: Cak Gopar